Deskripsi
Penulis :
- Dr. Amri P Sihotang, S.H., M.H.
- Dr. Wafda Vivid Izziyana, S.H., M.H.
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 178 halaman
Rp100.000
Masyarakat Batak Toba menganut sistem kekerabatan patrilineal, yaitu garis keturunan diambil dari pihak laki-laki. Anak laki-laki dominan dari pada anak perempuan dan hal ini juga sangat berpengaruh pada kedudukan janda cerai mati yang dialami oleh perempuan dalam masyarakat Batak. Ketentuan di atas menjadi hukum adat yang berlaku di manapun masyarakat Batak Toba tersebut berada. Namun, terkadang terjadi akulturasi budaya yang secara tidak langsung diadopsi oleh masyarakat Batak Toba di perantauan, termasuk masyarakat Batak Toba biasanya memiliki paradigma baru yang lebih bebas yang terjadi karena pengaruh adaptasi dan sosialisasi dengan masyarakat luar serta
pengaruh tingkat pendidikan serta arus globalisasi yang meningkat cepat, mereka sering tidak lagi menganut sistem dominan yang berdasarkan prinsip patrilineal. Namun apabila pemikiran tersebut berlaku terhadap semua anggota keluarga masyarakat Batak tidak akan menjadi masalah, tetapi bila anggota masyarakat Batak yang masih memegang teguh prinsip kekerabatan adatnya, di situlah yang menjadi masalah, berupa tuntutan dominasi atas kedudukannya sebagai laki-laki dalam prisip sistem kekerabatan patrilineal.
Penulis :
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 178 halaman
Ulasan
Belum ada ulasan.