Deskripsi
Penulis: Stanislaus Riyanta
Ukuran buku: 15 x 23 cm
Tebal buku: 169 halaman
Rp111.000
Dunia yang kita huni saat ini sering digambarkan sebagai ekosistem yang penuh dengan volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, atau yang kita kenal dengan istilah VUCA. Dalam konteks ini, model bisnis tradisional yang hanya mengandalkan proyeksi masa lalu sering kali gagal mengantisipasi disrupsi yang datang dari arah yang tidak terduga. Penulis mengamati bahwa banyak perusahaan besar runtuh bukan karena mereka kekurangan modal atau talenta, melainkan karena mereka menderita “kebutaan strategis”. Mereka terlalu fokus menatap ke dalam organisasi mereka sendiri sementara radar mereka gagal menangkap sinyal sinyal lemah di cakrawala yang menandakan pergeseran preferensi konsumen atau kemunculan pesaing baru yang membawa teknologi destruktif. Melalui buku ini, penulis ingin menawarkan sebuah kacamata baru, sebuah cara pandang yang terintegrasi untuk melihat persaingan bukan sebagai ancaman yang harus ditakuti, melainkan sebagai teka-teki yang harus dipecahkan melalui ketajaman analisis intelijen. Sering kali terdapat miskonsepsi yang cukup akut mengenai apa itu intelijen kompetitif. Banyak pihak yang secara keliru menyamakannya dengan spionase industri yang gelap, ilegal, dan tidak etis. Namun, dalam setiap paragraf dalam buku ini menekankan bahwa intelijen kompetitif yang sejati justru berakar pada etika yang sangat ketat dan kepatuhan hukum yang absolut. Inilah seni “connecting the dots” yang menjadi inti dari setiap bab dalam buku ini, sebuah proses transformasi dari data mentah menjadi informasi, kemudian menjadi pengetahuan, dan puncaknya menjadi intelijen yang memberikan keunggulan kompetitif.
Penulis: Stanislaus Riyanta
Ukuran buku: 15 x 23 cm
Tebal buku: 169 halaman
Ulasan
Belum ada ulasan.