Deskripsi
Penulis: Stanislaus Riyanta
Ukuran buku: 15 x 23 cm
Tebal buku: 169 halaman
Rp125.000
Di Indonesia, kata “intelijen” sering kali masih dibungkus oleh mitos, kerahasiaan yang pekat, dan stigma masa lalu. Selama puluhan tahun, intelijen dianggap sebagai “barang gelap” yang hanya layak dibicarakan di balik tembok tebal lembaga pendidikan militer dan kepolisian. Akibatnya, terjadi kelangkaan literatur intelijen yang bisa menjadi rujukan akademis yang otoritatif di tanah air. Mahasiswa, peneliti, maupun peminat isu strategis sering kali harus bergantung pada literatur asing yang belum tentu selaras dengan konteks dan doktrin keamanan nasional kita. Minimnya referensi ini menciptakan celah pemahaman yang lebar antara praktisi intelijen dan masyarakat sipil, yang pada gilirannya dapat menghambat pengawasan demokratis dan pengembangan kebijakan berbasis data. Namun, dalam satu dekade terakhir, kita menyaksikan fenomena yang menggembirakan: berkembangnya studi intelijen di Indonesia. Disiplin ini tidak lagi eksklusif milik institusi berseragam. Universitas-universitas sipil mulai membuka mata kuliah terkait intelijen strategis, keamanan nasional, dan analisis konflik. Intelijen telah bertransformasi dari sekadar alat perang menjadi alat navigasi bagi siapa saja yang harus mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Buku Teori-Teori Intelijen: Evolusi Strategi dan Operasi dari Era Klasik ke Transformasi Digital ini hadir untuk mengisi kekosongan literatur tersebut. Buku ini mengajak pembaca menelusuri evolusi pemikiran para tokoh besar yang telah membentuk wajah intelijen dunia, dari zaman kuno hingga era siber.
Penulis: Stanislaus Riyanta
Ukuran buku: 15 x 23 cm
Tebal buku: 169 halaman
Ulasan
Belum ada ulasan.